Showing posts with label Experiences. Show all posts
Showing posts with label Experiences. Show all posts

Friday, January 22, 2016

Berpikir Kritis



Ketika saya kemarin membaca pendahuluan dari buku mata kuliah MPKT A, saya teringat akan janji saya untuk meneruskan artikel saya sebelumnya tentang ”Berpikir Kritis” yang berisi pertanyaaan kurang jelas. Berikut kutipan artikel saya sebelumnya:
Sebagai Mahasiswa kita dituntut untuk berpikir kritis. Lebih dari itu, berpikir kritis juga diperlukan untuk mencari tahu tujuan hidup kita.
“Mengapa memilih UI?”
“Mengapa memilih Geofisika/Geologi?”
“Mengapa?..”
Saya sebenarnya juga tidak tahu apa keterkaitan antara isi Pendahuluan buku MPKT A dengan topik artikel yang saya tulis. Namun, entah bagaimana ketika membaca Pendahuluan buku tersebut saya teringat akan artikel saya ini. Saya juga mengatakan pada comment di artikel saya tersebut bahwa saya akan melanjutkan artikel tersebut setelah saya mengetahui apa jawabannya. Dan dengan Anda membaca artikel ini, Anda dapat menyimpulkan bahwa saya sudah mengetahui jawabannya.
Sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya ingin sedikit sharing terlebih dahulu tentang Berpikir Kritis. Menurut saya sendiri, berpikir kritis adalah suatu kegiatan berpikir yang kompleks dengan mengaitkan segala macam aspek hingga menghasilkan suatu kesimpulan valid. Segala macam aspek dapat kita peroleh dari pengetahuan dan pengalaman yang telah kita dapatkan selama ini. Lebih dari itu, berpikir kritis dapat kita gunakan untuk mencari tahu tujuan kita sehingga kita lebih semangat dan yakin dalam melakukan sesuatu. Berpikir kritis sangat penting bagi mahasiswa dan sering kali mahasiswa memang dituntut untuk berpikir kritis agar berpendirian dan tidak mudah terbawa arus. Dampak yang ditimbulkaan dari berpikir kritis ini juga besar, contohnya mahasiswa akan semakin baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Bahkan, sekarang ini banyak atau mayoritas pekerjaan  menuntut untuk berpikir kritis.
Jadi, mengapa saya memilih UI? Saya memilih UI karena menurut saya, UI adalah universitas yang baik untuk saya melanjutkan study saya. Dan sebagai buktinya selama satu semester di UI saya merasa saya telah berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, lebih baik dalam bergaul juga lebih baik dalam belajar, hal ini karena lingkungan belajar dan teman-teman yang sangat mendukung. Dan mengapa memilih geofisika? Saya memilih geofisika karena saya ingin belajar lebih lagi tentang geofisika dan tentu saja karena menurut saya geofisika menarik. Menarik dalam hal ini yaitu menarik yang dipelajari juga menarik prospek kerjanya. Sebenarnya berpikir kritis tidak se-simple ini namun banyak pertanyaan yang muncul dalam proses berpikir kritis. Melalui berpikir kritis ini saya telah mengetahui tujuan hidup saya sehingga saya menjadi lebih semangat, yakin, dan ingin melakukan yang terbaik. 

Elsadella Nindya Putri_Geofisika

Saturday, October 10, 2015

Deadliners selalu merugii.. :(

Selamat malam semua...



Pada artikel ini saya akan menjelaskan apa itu "deadliners". Namun saya akan menjelakan terlebih dulu apa itu deadline. Tentunya, istilah deadline  ini sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa dan pegawai.



Menurut saya, deadline adalah batas waktu terakhir yang menjadi acuan kita agar dapat mengerjakan berbagai hal tepat waktu. Deadline ditentukan oleh seorang pemberi tugas agar tugas-tugas selesai sesuai dengan waktu kemauan pemberi tugas. Namun, ada saja beberapa orang yang belum dapat mengatuur waktunya dengan baik. Itulah yang disebut deadliners, dimana dia mengerjakan tugas dengan waktu mepet dengan deadlinenya.

Monday, October 5, 2015

Pendidikan Pada Era Yang Mendunia

Baik, hari ini aku akan membahas hal yang bisa jadi asing terdengar di sebagian kuping-kuping manusia. Hal ini tentang inisiatif pendidikan dalam era global, apa yang membuatnya istimewa? Hal-hal global sering dikaitkan dengan perkembangan zaman, yang kubahas kali ini adalah tentang bagaimana kita sebagai pemuda dapat berinisiatif lebih terutama dalam menghadapi era global yang semakin maju kedepan, tentunya dengan sudut pandang saya sebagai pembuat karangan.

Saturday, October 3, 2015

Kejahatan Sosial

    
      Kali ini saya akan mengutip sekilas cerita dari teman saya yang beberapa waktu lalu sedang dalam perjalanan pulang. Kita sebut saja si "A". Pada saat itu ia sedang berada di dalam sebuah angkutan perkotaan umum di bilangan Jakarta Pusat. Kala itu ia terjebak di sebuah permasalahan biasa, "macet" pada sore hari, waktu-waktu pulang kerja. Disaat itu pula, seorang anak kecil masuk ke angkutan tersebut sambil membawa iringan lagu yang keluar dari mulutnya sambil menepuk-nepuk kan tangannya dengan maksud menambah "esensi" dari nyanyian tersebut.

NAKZ COMMUTERZ LINERZ

naik kereta api tut tut tuttt siapa hendak turun ke bandung, surabaya, bisa juga ke hati mantan.......

Naik kereta yang sekarang sama naik kereta dulu bedanya jauh ya kaya kamu sama aku....nggg...

Pentingnya Kelengkapan Berolahraga



Hello Readers..
Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman yang mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Jadi, hari selasa tanggal 22 September 2015 merupakan hari pertama saya bersama teman-teman Geosains (Geofisika dan Geologi) UI 2015 melaksanakan kegiatan olahraga pagi. Hari ini rencananya kami akan Jogging mengelilingi UI sesuai track yang telah ditentukan kakak-kakak panitia PSAD (Pengenalan Sistem Akademik Departemen) Geosains 2015. Kegiatan ini akan dimulai tepat pukul 07.30 WIB jadi kami diminta hadir jam 7 agar kegiatan dimula sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Setibanya di depan Gedung A, kami menunggu hingga di arahkan ke lapangan MIPA. Disana kami sama-sama melakukan pemanasan dan diberi penjelasan mengenai rute jogging yang aka kami lalui. Kemudian kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang tiap kelompoknya ditemani kakak panitia. Saat sedang jogging, saya sangat bersemangat sampai-sampai berlari terlalu kencang mengikuti teman-teman didepan. Namun saat di jalur sepeda didepan balairung, saya tidak bisa mengontrol kecepatan lari saat tiba-tiba ada beberapa kerikil dan tumpukan pasir kasar yang berserakan di depan, alhasil saya terjatuh dan terseret cukup keras. Hal pertama yang saya rasakan adalah “MALU” (siapa juga ya yang tidak malu kalau jatuh didepan umum?:D), namun saya mengabaikannya dan kembali berlari. Saya tidak sempat memeriksa lutut saya yang tadi terseret karena memang tidak terasa sakit. Lama-kelamaan lutut saya terasa perih, rupaya lukanya baru berefek. Teman saya kemudian meminta saya untuk memeriksanya. Ternyata oh ternyata, lukanya cukup parah. Celana saya sampai bolong dan darah menetes hingga kemana-mana. Saya panik, teman-teman saya juga panik. Akhirnya kakak panitia datang dan mengantar saya ke PKM. Disana, luka saya dibersihkan dan diobati, kemudian saya diberi obat antibiotik , salap, dan obat penghilang rasa sakit. 

Friday, October 2, 2015

SLEEP PARALYSIS



Sleep Paralysis




Jadi... Sleep Paralysis itu bahasa keren dari yang namanya “erep-erep” atau “tindihan”.  Menurut medis, sleep paralysis diartikan sebagai keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak meskipun orang itu sadar bahwa dirinya tertidur. Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya .



Orang-orang jaman lawas di Indonesia bilang sleep paralysis itu terjadi karena kita ditindih sama jin waktu kita tidur. Ya... wajar sih, karena biasanya waktu lagi sleep paralysis kita berhalusinasi ngeliat sosok gelap. Nah, sebenernya sih, sleep paralysis itu dapat dijelaskan secara ilmiah. Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM (Rapid Eye Movement). Pada tahap REM-lah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM), hal inilah yang menyebabkan sleep paralysis. Terus kenapa kita melihat bayangan-bayangan aneh waktu lagi sleep paralysis (dengan mata terbuka)? Itu karena otak kita masih bermimpi dan membuat halusinasi dari mimpi tersebut ke alam sadar kita.

Saturday, September 26, 2015

the 5 kindness

hey.. guys..
kali ini gw akan coba nge post tulisan lagi..
tulisan gw kali ini tentang 5 kebaikan setiap hari. jadi kayak kbaikan apa aja yang telah gw lakuin seminggu ini untuk orang lain. jadi tulisan ini bukan bermaksud untuk menyombong kan diri ya .. hehe. langsung aja ya..

Hal Kecil Penuh Kebahagiaan



5 Manfaat Setiap Hari
Berbuat baik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Dibandingkan dengan melakukan perbuatan jahat seperti mencuri, menghina bahkan membunuh yang membutuhkan modal, tenaga dan risiko yang lebih besar, berbuat baik lebih mudah. Bahkan dengan tersenyum pada orang lain pun kita sudah melakukan perbuatan yang baik. Jadi, berbuat baik tidak membutuhkan banyak usaha bukan?
Sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, maka kita sebagai manusia harus memperhatikan interaksi positif yang dapat kita lakukan dengan orang lain. Terkhusus saya sebagai mahasiswa yang berasal dari daerah dan mencari ilmu perkuliahan di Universitas Indonesia, menjalin hubungan baik antara sesama manusia merupakan hal yang paling penting yang harus saya lakukan agar dapat bertahan hidup di tanah rantau ini.
Beberapa kebaikan yang saya lakukan terhadap  dalam beberapa hari terakhir ini akan saya tuliskan di sini. Bukan bermaksud untuk ria, namun hanya memberikan sedikit inspirasi bahwasannya berbuat baik itu amatlah mudah ketika kita ikhlas melakukannya.
Beberapa hari yang lalu saat saya menaiki bikun UI untuk segera menuju kampus, seorang wanita hamil menaiki bikun. Namun tidak ada kursi kosong yang tersedia, jadi saya menawarkan bangku yang saya duduki agar beliau bisa duduk. Awalnya beliau menolak dengan senyuman tipis, tetapi saya kembali menawarkan dan akhirnya beliau menerima bantuan saya. Apa yang saya dapat? Terkadang melihat orang lain bahagia karena kita adalah hal sederhana yang juga akan membuat kita bahagia. Kalau Anda tidak percaya, silahkan mencobanya sendiri.
Hal kecil selanjutnya yang saya lakukan adalah berbagi minuman dengan teman sesama departemen geosains saat kami mengikuti jogging bersama beberapa hari lalu. Memang bukan hal besar yang saya lakukan, tetapi mendengar teman kita mengucapkan terima kasih walau hanya karena seteguk air mineral dengan senyuman yang menggambarkan kedahagaan di wajahnya juga membuat saya dapat melepaskan dahaga yang dia rasakan. Namun, sekali lagi kita perlu mengingatkan pada diri kita bhwa bantuan yang kita berikan bukanlah hal yang kita harapkan untuk mendapatkan pamrih setelahnya.
Di lain hari, lagi-lagi saat saya menaiki bikun dua orang, ayah beserta putrinya juga menaiki bis yang sama. Mereka berdua tampaknya ingin duduk bersebelahan tetapi bangku yang kosong berada di sebelah kiri dan di sebelah kanan saya. Jadi sang putri kecil duduk dan ayahnya tetap berdiri. Otomatis melihat kondisi tersebut saya pindah ke bangku yang kosong di sebelah saya. Qakhirnya sang ayah duduk di sebalah putri tercintanya. Betapa bahagianya melihat mereka begitu sumringah bisa duduk berdua di atas bikun UI sebagai seorang ayah an putrinya. Hal tersebut mengingatkan saya pada ayah saya di kampung halaman saya Bukittinggi. Kalau saja saya bisa melewati hari-hari seperti itu setiap hari. Namun apalah gunanya berangan-angan, saya ke sini untuk mencari ilmu dan kembali lagi kepada orang tua saya saat saya sukses nanti, jadi kepada Anda yang tinggal bersama orangtua Anda dan dapat bertatap muka setip pagi dan malam, berbuat baiklah kepada mereka karena banyak orang yang terpisah jauh dari kedua orangtua meraka.
Selain itu, saya juga membeli tissu dari seorang bocah yang tampak menyedihkan. Walaupun saya sudah mempunyai stok tissu sebelumnya, tetapi karena iba saya tetap membelinya. Seseorag pernah mengatakan kepada saya bahwasannya belilah yang mereka jual walaupun engkau tidak membutuhkannya karena itulah usaha mereka dan setidaknya mereka mencoba untuk tidak meminta-minta.
Dan yang terakhir yaitu yang kelima karena judul dari tulisan saya adalah 5 manfaat setiap hari, saya mendamaikan dua ekor kucing yang sedang membuat kegaduhan di depan umum karena perkelahian mereka. Memang yang ini sedikit sulit karena mereka sangat bersemangat dengan amarahnya masing-masing. Namun karena saya juga memlihara kucing di rumah saya di Bukittinggi saya sdikit mengerti tentang tingkah laku mereka. Lalu, mengapa mendamaikan dua ekor kucing juga termasuk kebaikan? Merekakan hanya binatang? Berbuat baik tanpa pandang bulu. Itulah prinsip brbuat baik yang sebaiknya diterapkan. Semua makhluk yang ada di bumi ini merupakan ciptaan Allah tuhan yang maha esa dimana kita juga berkewajiban untuk membantu mereka. Di sisi lain, tidak hanya kucing ini yang saya bantu dalam mendamaikannya, tetapi juga ketertiban umum yang terganggu karena suara nyaring keduanya. Sekian tentang hal kecil minggu ini.

Aulya Ulfah Rahmadhani
Geologi 2015


Kebaikan : Apa Saja?



Ketika diberi tugas yang kurang lebih berbunyi "Lakukanlah kebaikan minimal lima kali dalam sehari, selama seminggu ini" mungkin timbul pertanyaan dalam benak masing-masing mahasiswa geosains UI 2015 setelah selesai membaca tugas tersebut. Mungkin semua secara tidak langsung merasa tidak enak ketika harus mencatat kebaikan yang dilakukan dikarenakan akan timbulnya pemikiran orang yang mengatakan bahwa kita orang yang 'tidak ikhlas' dalam berbuat baik tersebut, sehingga kita menyebar atau mengumbar-umbar kebaikan yang mungkin tidak seberapa tersebut. Namun, hal itu bukanlah masalah utama dari terhambatnya perbuatan kebaikan ini, melainkan apa saja sih tindakan yang termasuk berbuat baik?

KEBAIKAN EDISI MANTEP TOTAL CHAPTER 69

kebaikan? kebaikan itu adalah suatu hal yang kita lakukan kepada orang lain dengan tulus dan ikhlas dari lubuk hati yang paling dalam. ntapmaksimal

minggu ini kita disuruh berbuat kebaikan minimal 5 setiap harinya. kalo menurut gua sih kebaikan harus dilakukan dengan hati yang tulus tanpa pandang-pandangan eh pandang bulu maksudnya.


Berbuat Baik Mudah atau Sulit?

Sebelum ke topik gue mau cerita sedikit nih tentang ospek Departemen Geosains Universitas Indonesia. Semua berawal dari Angel's Game dimana kita bermain sebagai Angel yang memiliki Human yang kita tau siapa dan sebagai Human yang memiliki Angel yang kita belum tau siapa. Permainan ini diharuskan untuk memperhatikan human kita tanpa ketahuan. Namun, seiring berjalannya waktu Angel's Game bukan hanya memberi perhatian atau berbuat baik kepada Human saja namun juga semua anggota prodi geosains (minimal 5 kebaikan).

Kebaikan Sederhana dalam Seminggu



Ospek Geosains ini emang beda banget dari jurusan lain, kalo lihat yang lain tegang dalam ospeknya nah ospek Geosains ini seru banget karena banyaknya kegiatan yang diadakan panitia membutuhkan aksi nyata dari pesertanya dan  setiap bulan itu kegiatannya bervariasi. Minggu ini tugas angkatan saya adalah berbuat kebaikan setiap hari, dimana kita harus berbuat kebaikan minimal 5 kebaikan dalam sehari yang sebenarnya sederhana untuk dilakukan namun mungkin sulit dalam menerapkannya, kok berbuat kebaikan aja harus dibahas? Bukan untuk pamer atau riya’ tapi sebenarnya kegiatan ini buat membiasakan diri berbuat kebaikan untuk sekitar kita dan mengambil pelajaran di setiap kebaikannya dan saya ingin berbagi cerita tentang beberapa kebaikan yang sudah dilakukan.

Berbuat Baiklah Mulai Hari Ini!

Kali ini, artikel yang akan saya tulis berkaitan dengan pengalaman yang saya rasakan, kurang lebih selama seminggu ini lebih tepatnya, minggu ini, kami anak-anak Geosains diberi tugas oleh kakak-kakak panitia PSAD agar setiap harinya membuat minimal 5 kebaikan kepada orang selama seminggu ini.

Ospek gue kok gini banget sih?

“Jadi tugas lo buat minggu ini, lo bikin minimal 5 kebaikan setiap hari, trus di akhir minggu, gue mau lo bikin artikel tentang kebaikan lo” – Panitia Pengenalan Sistem Akademik Departemen (PSAD) Geosains

Pertama kali gue dijelasin tentang tugas ini juga gue bingung. Apa banget gitu tugasnya. Tiap hari kita disuruh ngelakuin 5 kebaikan ke siapapun, bebas, trus harus bikin artikel tentang itu dan di-post di blog ini.  Kesannya kaya  sombong banget gitu kan nulis kebaikan yang lo lakuin dalam sehari apa aja. Iya kalo kebaikan yang lo tulis itu efeknya besar kaya nyelamatin dunia dari negara api, lah ini paling kebaikannya ngasih kerupuk pas makan di dallas, itupun kalo yang minta banyak langsung ngamuk. Tapi ternyata semua hal itu jangan langsung kita komentarin, jalanin aja dulu.

Friday, September 25, 2015

5 Kebaikan Setiap Hari



            Berbagi kebaikan setiap hari merupakan hal yang menyenangkan apalagi 5 kebaikan dalam sehari tentu merupakan hal mudah. Entah itu kita hanya memberi semangat kepada teman atau memberikan senyum, itu merupakan kebaikan. Kita memberikan semangat kepada teman ketika mungkin hari itu dia sedang memiliki banyak beban, meskipun hanya sebuah ucapan “Semangat yaa...” percayalah bahwa kata-kata itu sungguh membantu. Meskipun hanya sebuah senyuman atau sapaan ketika bertemu di jalan, percayalah bahwa hal itu memberi kekuatan untuk menghadapi harinya yang mungkin melelahkan. Saya juga percaya bahwa setiap orang melakukan lebih dari 5 kebaikan setiap harinya. Dan ketika saya diberi tugas untuk berbagi minimal 5 kebaikan setiap harinya lalu mencatatnya, tentu itu hal yang menyenangkan. Tugas ini mengingatkan kepada saya tentang sebuah film yang berjudul Pay It Forward. Film tersebut bercerita ada seorang anak kelas 8 bernama trevor yang diberikan tugas oleh gurunya untuk membuat perubahan di dunia. Lalu Trevor membuat sebuah proyek tentang menyebarkan kebaikan. Setiap orang yang diberikan kebaikan diminta untuk menyebarkan kebaikan tersebut kepada 3 orang lain lagi. Dan hasilnya cukup luar biasa.

Friday, September 18, 2015

HP hilang malah jadi Pelajaran

Pada artikel ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi tentang hilangnya hape di lingkungan kampus saya.
Pada hari itu, saya hendak mencetak tugas peta konsep dari dosen saya. Saya bersama dua orang teman saya juga ikut. Sesampainya di tempat rental komputer, saya ingin mencetak dari data pada handphone saya, namun tidak bisa. Sehingga saya langsung membuka data di akun email saya dan segera mencetaknya. Tanpa saya sadari, saya langsung memabayar harga pencetakannya dan langsung pergi ke kantin di daerah pondok cina untuk makan bersama teman saya.

Sesampainya di sana, saya juga belum sadar bahwasanya hape saya sudah tidak ada. Barulah setelah saya kembali ke kampus saya, saya baru sadar bahwa hape saya hilang. Saya pun langsung panik dan bertanya kepada teman saya yang ikut bersama saya. Saya