Showing posts with label Psychology. Show all posts
Showing posts with label Psychology. Show all posts

Saturday, October 10, 2015

Baper, Mager, Ambis-who are you?



Semakin lama, perkembanagan bahasa manusia semakin meningkat. Terutama di Indonesia khusnya di kalangan remaja. Jika dilihat dari fungsi bahasa yang sebenarnya yaitu sebagai alat komunikasi sesama, maka bahasa zaman ini memiliki banyak fungsi dibandingkan sekedar untuk berkomunikasi. Apakah fungsi lain tersebut? Dari observasi saya di lapangan, maka berbagai bahasa baru seperti baper, mager, ngambis dan lain-lain yang tidak terdaftar di KBBi ini berfungsi sebagai pertama alat untuk membully, kedua sebagai alasan untuk tidak mengerjakan sesuatu, ketiga sebagai alasan untuk menjauhkan diri dari kesalahan setelah menyinggung perasaan orang lain dan yang keempat sebagai alat untuk menghambat kemajuan orang lain bahkan diri para pengguna bahasa ini sendiri.
Ternyata, bahasa modern memang memiliki banyak fungsi. Bahasa pertama yang akan saya bahas adalah

Saturday, September 26, 2015

Ada apa dengan GADGET ?



Saat ini siapa yang tak mengenal Gadget? Gadget merupakan belahan jiwa bagi semua orang. Banyak sekali fungsi, manfaat, dan dampak yang terjadi akibat Gadget. Fungsi pengetahuan, media sosial, hiburan, game dan masih banyak lagi yang lainnya yang didapat dari gadget. Namun, tahukah kalian bahwa dampak negatif gadget pun selalu menghantui?



Berbuat Baik Mudah atau Sulit?

Sebelum ke topik gue mau cerita sedikit nih tentang ospek Departemen Geosains Universitas Indonesia. Semua berawal dari Angel's Game dimana kita bermain sebagai Angel yang memiliki Human yang kita tau siapa dan sebagai Human yang memiliki Angel yang kita belum tau siapa. Permainan ini diharuskan untuk memperhatikan human kita tanpa ketahuan. Namun, seiring berjalannya waktu Angel's Game bukan hanya memberi perhatian atau berbuat baik kepada Human saja namun juga semua anggota prodi geosains (minimal 5 kebaikan).

Friday, September 18, 2015

Faktor seseorang menjadi Gay



Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang pria menjadi gay atau penyuka sesama jenis atau maho. Menurut saya faktor pemicu itu di antaranya adalah ia berada di lingkungan di mana homoseksual dianggap sesuatu yang biasa atau umum.

Karena tidak ada nilai-nilai moral atau agama yang membekali pengetahuannya sehingga ia memiliki wawasan yang tidak lurus mengenai hubungan antara pria dan perempuan.

Seseorang dapat tumbuh menjadi seorang gay karena pengalaman buruk dengan pengasuhan keluarga seperti memiliki ibu yang dominan sehingga anak tidak memperoleh gambaran seorang tokoh laki-laki. Atau sebaliknya, seorang anak laki-laki memiliki ayah yang kasar atau seorang ayah yang homoseksual.

Saturday, September 12, 2015

PSIKOSOMATIS


Pernah nggak sih, sakit perut atau demam saat merasa panik, takut atau tertekan? Misalnya saat bertemu dengan guru killer, menghadapi ujian atau demam panggung. Tapi, begitu semua tekaanan itu berlalu, sakitnya juga akan ikut hilang. Ternyata penyakit datang dan tiba-tiba itu ada penjelasan psikologisnya.

Sindrom Asperger



Sindrom Asperger (atau Asperger Synrome) merupakan gangguan neurobiologis (neuro transmitter) dan gangguan autis yang dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima. Sindrom ini ditemukan oleh Hans Asperger, yang pada tahun 1944 menerbitkan sebuah makalah yang menjelaskan mengenai pola perilaku dari beberapa anak laki-laki memiliki tingkat intelegensi dan perkembangan bahasa yang normal, namun juga memperlihatkan perilaku yang mirip autisme, serta mengalami kekurangan dalam hubungan sosial dan kecakapan komunikasi, meskipun baru diteliti dan diakui secara luas oleh para ahli pada dekade 1980-an. Sindrom Asperger dibedakan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata. Walaupun Sindrom Asperger terjadi karena adanya faktor genetik, gangguan ini bisa dipicu oleh disfungsi otak yang bisa terjadi akibat trauma, penyakit, atau struktur otak yang abnormal.