Junjung Tinggi Tri Dharma Perguruan
Tinggi
Salah
satu quote Pidi Baiq berbunyi “hidup ini main – main, sekolah lah yang
membuatnya serius”. Ada benarnya, sekolah lah yang membekali hidup seseorang
menuju kedewasaan. Sekolah yang dimaksud, menurut saya, tidak hanya terbatas
pada Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah atau yang sederajat, tetapi juga
termasuk di dalamnya yaitu Perguruan Tinggi.
Perguruan
Tinggi adalah dunia baru bagi seorang pelajar, sebuah “sekolah” yang sama
sekali berbeda denga sekolah – sekolah yang telah dilalui sebelumnya. Di
perguruan tinggi juga, seorang pelajar mendapat julukan baru yaitu “mahasiswa”.
Dengan penambahan kata “maha” ini, tentulah ada yang istimewa dari perguruan
tinggi –– hal yang tidak dimiliki jenjang sekolah sebelumnya. Bisa jadi sebuah
landasan, bisa juga berlaku sebagai amanah bagi mahasiswa. Hal inilah yang
menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam menjalani hidup di perguruan tinggi, yaitu
“Tri Dharma Perguruan Tinggi”. Tri Dharma Perguruan Tinggi berisi tiga poin, yaitu
Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian.
Pendidikan adalah proses pewarisan
ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Pendidik bisa berupa
dosen, kakak tingkat, ataupun teman sepantaran. Pendidikan merupakan poin
terpenting yang menjadi dasar ataupun syarat mutlak terwujudnya Tri Dharma
Perguruan Tinggi, karena pendidikan yang berkualitas lah yang akan membekali
dan mencetak mahasiswa yang berkualitas. Dengan pendidikan ini lah mahasiswa
memperoleh pengetahuan dan pengalaman untuk melangsungkan poin Tri Dharma
Perguruan Tinggi yang berikutnya, yaitu Penelitian.
Penelitian adalah pemanfaatan ilmu yang
dimiliki mahasiswa, yang didapat dari proses penelitian, untuk menemukan konsep
baru ataupun pengembangan ilmu tersebut, untuk diteraokan kepada masyarakat.
Penelitian juga merupakan tahapan yang penting karena penelitian bisa dikatakan
tahap Produksi dari pendidikan. Hasil dari penelitian adalah produk yang baru
dan nyata yang siap diaplikasikan kepada masyarakat. Tanpa adanya penelitian,
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan terhambat. Penelitian di
perguruan tinggi tidak hanya diciptakan untuk menciptakan sesuatu yang
bermanfaat di masyarakat pada waktu itu saja, melainkan juga bermanfaat di masa
yang akan dating. Hasil penelitian inilah yang akan digunakan untuk
melangsungkan poin Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berikutnya yaitu Pengabdian
pada masyarakat.
Pengabdian
pada masyarakat adalah tahap pamungkas dari Tri dharma Perguruan Tinggi.
Pengabdian ini adalah kontribusi mahasiswa dengan melakukan aksi yang nyata,
yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Pengabdian merupakan hasil dari
penelitian yang dibekali dengan pendidikan. Pengabdian ini harus murni untuk
menjadikan kehidupan masyarakat yang lebih baik, tidak lah untuk mencari
keuntungan.
Ketiga
poin di atas membentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang seharusnya menjadi
pedoman tiap mahasiwa dalam menjalani kehidupan di Perguruan Tinggi. Tidak lagi
hanya melakukan proses pendidikan –– yang sudah dilakukan di sekolah – sekolah
jenjang sebelumnya –– tapi mahasiswa juga melakukan penelitian dan pengabdian
pada masyarakat. Mahasiswa dituntut menghasilkan karya nyata untuk masyarakat,
karena sejatinya, masyarakat juga yang membiayai mahasiswa bersekolah di
Perguruan Tinggi, contohnya dengan membayar pajak. Sudah sepantasnya mahasiwa
membayar “hutang” nya kepada masyarakat, dan hanya mahasiswa yang mengamalkan
dan menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang akan memanfaatkan ilmu
yang dimilikinya menjadi karya untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Muhammad Ali Akbar
Geologi UI '15
1506741114
No comments:
Post a Comment